Loading image

Perkuat Jejaring Internasional dan Kelestarian Budaya, FISIP Unmul Terima Kunjungan Dekan Leiden University

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman terus memperluas jangkauan kerja sama akademis internasional. Dalam agenda terbaru, pimpinan fakultas bersama Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unmul, Prof. Widi Sunaryo, S.P., M.Si., Ph.D., menyambut hangat kunjungan Prof. Dr. Bart Barendregt, Dekan Faculty of Social and Behavioural Sciences (FSW) Leiden University sekaligus UNESCO Chair of Anthropology of Digital Diversity.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Dekan FISIP Unmul, Dr. Finnah Fourqoniah, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan 1 Dr. Rina Juwita, S.IP., MHRIR, serta Wakil Dekan 2 Dr. Diah Rahayu, S.Psi., M.Si. Kunjungan ini dirancang untuk mempererat hubungan kelembagaan, menjajaki riset kolaboratif, serta membuka peluang kemitraan strategis di masa depan.

Peluang Hibah Riset Internasional dan Konsorsium

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah peluang pendanaan riset internasional:

  • Hibah KDI (Dutch Knowledge Industry): Unmul tercatat telah menerima hibah KDI sebanyak dua kali pada fokus Biodiversity dan Healthcare/Public Health. Skema ketiga direncanakan buka sekitar bulan April dengan fokus topik Heritage, di mana Prof. Bart Barendregt dan jajaran dosen FSW Leiden University berpeluang menjadi mitra riset.
  • Persyaratan Konsorsium INDOHUN: Untuk memenuhi kriteria hibah KDI yang mengharuskan keterlibatan minimal 5 universitas di Indonesia, Unmul bersiap memanfaatkan jejaring alumni dan membangun komunikasi awal bersama mitra seperti UGM, Unair, dan UI sebelum tenggat pengajuan (Maret/April).
  • Hibah BIMA Kemendikbudristek: Selain skema KDI, skema Penelitian Kerja Sama Luar Negeri dari Kemendikbudristek juga terus dimaksimalkan untuk memperkuat kemitraan riset antarnegara.


Kerja Sama Akademik dan Peluang Studi S3 di Leiden

Dekan FSW Leiden University menyambut terbuka para dosen muda Unmul yang ingin melanjutkan studi doktoral (S3) di Leiden University. Program kunjungan akademik ke Leiden dipandang sebagai langkah awal yang efektif untuk memperkuat rekomendasi serta penerbitan Letter of Acceptance (LoA). Rumpun keilmuan sosial dan humaniora di Leiden University yang terintegrasi—meliputi Antropologi, Sosiologi, Psikologi, Ilmu Komunikasi, hingga Ilmu Politik—memberikan ruang luas bagi pengembangan kapasitas dosen.

Penguatan Budaya Local Wisdom dan Respons Isu IKN

Pertemuan ini turut mendiskusikan pemetaan kebudayaan dan pariwisata di Kalimantan Timur, khususnya dalam merespons dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN):

  • Pariwisata Otentik & Peran Influencer: Wisatawan mancanegara cenderung menyukai pengalaman budaya dan alam yang otentik. Pengelolaan pariwisata perlu membedakan strategi komunikasi antara audiens domestik dan internasional, serta mengoptimalkan peran influencer muda lokal.
  • Perbandingan Aksesibilitas Budaya Dayak: Meskipun terdapat kemiripan atribut visual antara suku Dayak di Kalimantan dan suku Iban di Malaysia, tantangan utama di Kalimantan Timur terletak pada aksesibilitas dan infrastruktur menuju wilayah hulu.
  • Peran Akademisi Ilmu Sosial: Dalam menghadapi perubahan sosial yang dinamis akibat hadirnya IKN, akademisi berperan penting sebagai pelaras (translator) antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat adat/lokal.

Melalui sinergi ini, FISIP Unmul berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, kolaborasi riset global, serta pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal.

Loading image
Loading image Loading image