
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman menggelar Forum Diskusi Bersama (FBD) bertajuk “Masa Depan Ekonomi Daerah Tambang: Suara Komunitas untuk Transformasi Ekonomi Berkeadilan di Kalimantan Timur” pada Senin, 25 Mei 2026. Bertempat di Ruang Serbaguna Gedung D-12, acara ini dibuka resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Rina Juwita, S.IP., MHRIR., yang menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa sebagai generasi penerus dalam mengawal pembangunan daerah. Agenda ini dirancang untuk menghadirkan berbagai perspektif lintas sektor guna merumuskan arah baru perekonomian Kaltim pasca-tambang.
Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi S1 Pembangunan Sosial, Dr. Muhammad Arifin, M.Hum., menekankan bahwa kehadiran perwakilan komunitas dari berbagai desa merupakan pilar krusial dalam membangun dialog yang transparan. Diskusi diawali dengan pemaparan dari Manajer Program Clean, Affordable, and Secure Energy (CASE) IESR, Fadhil Ahmad Qamar, yang menyoroti urgensi transisi energi yang berkeadilan serta kesiapan daerah penghasil batubara dalam menghadapi pergeseran lanskap ekonomi global. Sesi ini menjadi pembuka wawasan strategis mengenai pentingnya diversifikasi ekonomi jangka panjang.
Suasana forum menjadi lebih hidup saat memasuki sesi dengar pendapat bersama perwakilan masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan, yaitu Ketut Kobir Bagiayasa, Ibu Muginem, dan Minto. Dipandu oleh Ilham Rizqian Fahreza Surya selaku Kepala Kebijakan Transisi dan Dekarbonisasi IESR, suara dan keluh kesah dari akar rumput ini dieksplorasi secara mendalam. Komunitas membagikan pengalaman nyata mengenai tantangan lingkungan dan sosial yang mereka hadapi sehari-hari, memberikan potret riil yang menjadi dasar evaluasi kebijakan bagi para peserta diskusi.
Sebagai penutup, forum menghadirkan sesi tanggapan dari para pemangku kepentingan yang diisi oleh akademisi dan praktisi, yakni Dr. Sri Murlianti, Muhaimin, S.T., M.T., Dr. Bambang Arwanto, A.P., M.Si., dan Mustari Sihombing. Melalui sesi interaktif ini, berbagai rekomendasi solusi berbasis komunitas dielaborasi untuk mendorong transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. FISIP UNMUL berharap sinergi ide dari forum ini dapat menjadi rekomendasi strategis bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tidak lagi bergantung pada sektor ekstraktif.

Copyright 2023 |Universitas Mulawarman