Loading image

Lembaga Mahasiswa Fisip Unmul Gelar Seminar Nasional:

Samarinda, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman melalui Lembaga Mahasiswa yang terdiri dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (HIMA), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sukses menyelenggarakan "Seminar Nasional" dengan tema Mengurangi Paradoks Korupsi: Keuntungan Instan vs Kerugian Jangka Panjang.

Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Februari 2025 di Auditorium Nusantara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Timur. Seminar ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Timur, Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (MAKPI), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, serta Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FISIP UNMUL. Seminar ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak korupsi serta bagaimana cara mengatasinya secara efektif dan berkelanjutan.

Seminar ini dihadiri sekitar 250 peserta secara hybrid, yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu korupsi.

Seminar ini diawali dengan sambutan dari berbagai pihak yang berperan penting dalam penyelenggaraannya:

  1. M. Jamil Nur, Presiden BEM FISIP UNMUL, menyampaikan harapannya bahwa seminar ini dapat memberikan wawasan luas kepada mahasiswa mengenai tantangan dan solusi pemberantasan korupsi.
  2. Dr. Finnah Fourqoniah, M.Si, Dekan FISIP UNMUL, menekankan pentingnya peran akademisi dalam membentuk generasi berintegritas.
  3. Mochammad Suharyanto, S.E., M.M.,Ak., CSCU, CA, CSFA, ACPA, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Kaltim, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mengangkat isu krusial ini.

Acara resmi dibuka oleh Mochammad Suharyanto, yang juga menjadi salah satu narasumber utama dalam seminar ini.

Seminar ini menghadirkan para narasumber kompeten di bidangnya yang membahas berbagai aspek korupsi serta upaya pemberantasannya:

  1. Mochammad Suharyanto, S.E., M.M.,Ak., CSCU, CA, CSFA, ACPA (Kepala BPK Perwakilan Kaltim): Membahas Peran BPK dalam Pemberantasan Korupsi di Sektor Pengelolaan Keuangan Negara. Dalam materinya, ia menjelaskan bagaimana BPK berfungsi sebagai lembaga yang memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.
  2. KH Siswanto Sunandar (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim): Menyampaikan materi tentang Kultur Pendekatan Agama dalam Pemberantasan Korupsi. Ia menekankan bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi moral yang kuat dalam menciptakan masyarakat yang bebas dari korupsi.
  3. La Uje, S.Sos., M.Si (Camat Samarinda Ilir): Membahas Bagaimana Membangun Birokrat yang Berintegritas. Dalam paparannya, ia menjelaskan strategi yang bisa diterapkan oleh pemerintah daerah dalam membentuk aparatur negara yang jujur dan profesional.
  4. Agus Fanar Syukri, Ph.D (Wakil Ketua MAKPI): Menyampaikan materi tentang Membangun Indonesia Berintegritas melalui Pengetahuan dan Pendidikan. Ia menggarisbawahi pentingnya edukasi sejak dini untuk membangun mentalitas anti-korupsi di kalangan masyarakat.

Seminar ini dimoderatori oleh Daryono, S.Sos., M.Si., Ph.D (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama), yang memandu diskusi dengan interaktif, sehingga peserta dapat menggali lebih dalam terkait isu-isu yang dibahas oleh para narasumber.

Seminar Nasional ini berhasil memberikan wawasan mendalam mengenai berbagai tantangan dalam pemberantasan korupsi serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengurangi praktik korupsi di berbagai sektor. Dengan melibatkan akademisi, birokrat, tokoh agama, dan mahasiswa, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya integritas dan transparansi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

FISIP UNMUL berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan edukatif yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, terutama dalam upaya membangun Indonesia yang lebih bersih dan berintegritas.

 

Loading image
Loading image Loading image